Sekelompok gadis berdandan cemerlang, atau pria-pria bergaya macho. Nama mereka trendy: Cherrybelle, 7 Icons, Sm*sh, dan banyak nama lain yang sulit dihafalkan saking banyaknya nama baru bermunculan setiap hari. Ini adalah Korean Wave, dan kita (dipaksa) menghayati gelombang musik pop ala Korea ini sepanjang hari melalui acara-acara musik di televisi. Mulai dari jam produktif di pagi-siang. … Lanjutkan membaca Ketika Cherrybelle Bertemu Adorno
Penulis: Aris Setyawan
Robohnya Warung Kami
( Dimuat di Jakartabeat, 4 Juli 2012. http://jakartabeat.net/humaniora/kanal-humaniora/esai/item/1490-robohnya-warung-kami.html ) Toko itu bernama Lestari, berdiri di depan taman Pancasila tepat di samping rumah dinas bupati. Toko yang dikenal tiap penduduk kabupaten Karanganyar, Surakarta. Sebab toko Lestari telah melayani penduduk kota kabupaten itu selama beberapa generasi. Dari zaman ketika ayah saya masih di SMA di tahun 1970-an, dia … Lanjutkan membaca Robohnya Warung Kami
Hipster: Priayi Masa Kini?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kedua, priayi dijabarkan sebagai “Orang yang termasuk lapisan masyarakat yang kedudukannya dianggap terhormat.” Dapat pula kita menyebut priayi sebagai golongan borjuis, golongan yang selalu ada di semua jaman. Mulai dari abad pertengahan saat kaum borjuis melenggang manis di Perancis, hingga di era kolonial-pascakolonial di Indonesia di mana dalam suku … Lanjutkan membaca Hipster: Priayi Masa Kini?
Memetika dan Budaya
( Dimuat di Majalah Seni dan Budaya Cangkir edisi april 2012. ) Dekadensi nilai budaya lokal akibat serbuan homogenisasi budaya yang digaungkan globalisasi. Demikianlah tema yang sering dilontarkan para penulis budaya yang melandaskan pemikirannya pada premis bahwa budaya lokal itu adiluhung dan sekarang tengah mengalami kemerosotan nilai akibat serbuan globalisasi yang tak terbendung. Mempertahankan budaya lokal memang wajib dilakukan, … Lanjutkan membaca Memetika dan Budaya
Membatalkan Keperempuanan: Proyek Lanjutan Feminisme?
Bila disuruh menyebutkan apa kesan pertama yang saya dapat setelah mengikuti 2 rangkaian acara dari Event Membatalkan Keperempuanan, maka kesan itu dapat direpresentasikan oleh kata: Feminisme. Meskipun panitia acara yang saya ajak ngobrol di Twitter menolak bila event yang digelar dalam rangka perayaan hari perempuan internasional ini disebut sebagai feminisme, dan lebih suka bila Membatalkan … Lanjutkan membaca Membatalkan Keperempuanan: Proyek Lanjutan Feminisme?
Dekonstruksi Musik di Jogja Noise Bombing
( Dimuat di Jakartabeat pada hari Rabu 15 Februari 2012. http://jakartabeat.net/musik/kanal-musik/konser/item/1403-dekonstruksi-musik-di-jogja-noise-bombing.html ) Apa yang ada di pikiran anda ketika mendengar kata noise? Biasanya pikiran anda lantas akan menjabarkan noise sebagai sesuatu yang berisik dan terasa mengganggu. Noise adalah frekuensi-frekuensi bunyi yang dianggap terlalu tinggi sehingga tidak nyaman untuk didengarkan telinga manusia biasa. Itulah kenapa seringnya noise dianggap … Lanjutkan membaca Dekonstruksi Musik di Jogja Noise Bombing
Menolak Konversi ISI Menjadi ISBI
( Dimuat di harian Kedaulatan Rakyat pada hari Selasa, 31 Januari 2012. ) Belakangan tersiar kabar bahwa pada tahun 2012 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selaku otoritas tertinggi pendidikan negeri ini berwacana mengkonversi ISI (Institut Seni Indonesia) menjadi ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia). Hal tersebut tak lepas dari berubahnya struktur dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menjadi … Lanjutkan membaca Menolak Konversi ISI Menjadi ISBI
5 Buku Yang Baru Saya Baca, Dan Saya Rekomendasikan Untuk Anda Baca
Entah bagaimana dengan orang lain, tapi bagi saya membaca adalah semacam candu. Yang memaksa saya terus mengkonsumsinya agar tidak sakau dan tersiksa. Selepas menyelesaikan satu buku, saya seolah sakau, kemudian harus segera membaca buku lain sebagai candu untuk menghilangkan sakau tersebut. Belakangan saya sudah menyelesaikan membaca 5 buku, semuanya lintas tema, ada yang fiksi dan … Lanjutkan membaca 5 Buku Yang Baru Saya Baca, Dan Saya Rekomendasikan Untuk Anda Baca
Pasar Malam Indie Pop Bertajuk Interconnection #1
Bayangkan sebuah pasar malam, yang penuh dengan berbagai keriuhan dan kegembiraan. Lengkap dengan berbagai prasarana pendukung yang berupaya membuat senang para pengunjung. Ada komidi putar, kerlip lampu-lampu kecil menawarkan keriangan, mesin bundar pembuat permen kapas arummanis yang berputar menghasilkan kabut tipis yang lama-lama mengumpul menjadi segumpal kapas manis yang bisa membuat anda bahagia. Serta berbagai keriangan … Lanjutkan membaca Pasar Malam Indie Pop Bertajuk Interconnection #1
Review: Sigur Ros – Inni
Jujur sebelumnya saya kurang mengikuti diskografi band asal Islandia ini. Untuk menikmati kegalauan Post-rock saya terlanjur terbiasa memilih Godspeed You! Black Emperor, Snowman, atau Explosions in the Sky. Namun ramainya pergunjingan mengenai album baru bertitel Inni di kancah musik dunia, juga ulasan-ulasan positif tentang Inni di berbagai media musik seperti Pitchfork, akhirnya membuat saya penasaran dan memaksa saya mendengarkan … Lanjutkan membaca Review: Sigur Ros – Inni









