Eat

Photos of eating and food on social media will indeed portray us more cool in the presence of global villagers. Being cool is a means of generation 2.0 looking happy. But it is worth pondering, what if the coolness is hypocracy? A kind of our self-esteem to cover up the fact that there are actually still many things about humanity that we miss talking about behind the beauty of the food picture.

RUU Permusikan dan Pembungkaman Kreativitas Musisi

Belakangan dunia musik Indonesia sedang digemparkan oleh satu kasus: musikus pop rock mahsyur Ahmad Dhani masuk bui. Pentolan band Dewa 19 dan Republik Cinta Management ini dijerat dengan UU ITE karena terbukti menyebarkan ujaran kebencian di cuitannya di situs microblogging Twitter. Kontroversi langsung merebak: banyak yang menyayangkan masuknya Dhani ke hotel prodeo karena menganggap UU … Lanjutkan membaca RUU Permusikan dan Pembungkaman Kreativitas Musisi

In Vernacular Music We Trust

Photo: khanacademy.org

It is a well-known pattern in the cultural-studies field: the dichotomy between established and vernacular culture. Although the former is always remarkably known when we mention culture, the latter somehow has its own importance to the continuity of culture. Specifically in music, the pattern always has similarity to our historical timeline. For instance, for the … Lanjutkan membaca In Vernacular Music We Trust

Yang Fana Adalah Aku. Ilmu Abadi

Gambar dari http://www.qorisme.com/2015/08/android-aplikasi-dan-game-untuk-melatih.html Duel Otak adalah permainan mutakhir di gawai yang belakangan tengah digandrungi banyak orang. Teman-teman saya di media sosial banyak membagikan tangkapan layar skor atau hasil tanding mereka dengan lawan mainnya. Permainan ini ibarat lomba Cerdas Cermat di jagad daring, dengan berbagai pertanyaan interdisipliner. Namun sebenarnya sama persis dengan Eat Bulaga yang banyak … Lanjutkan membaca Yang Fana Adalah Aku. Ilmu Abadi

Kenikmatan Bergoyang

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kawasan wisata air terjun Jumog di Karanganyar Jawa Tengah selalu padat dipenuhi pengunjung saat libur panjang lebaran. Hari ketiga libur hari raya adalah puncak padatnya pengunjung, petugas loket tiket masuk mencatat ada 5000-an pengunjung berwisata ke objek wisata di lereng gunung Lawu itu. Pengunjung domestik maupun internasional sebagian besar tentu bermaksud menikmati … Lanjutkan membaca Kenikmatan Bergoyang