RUU Permusikan dan Pembungkaman Kreativitas Musisi

Belakangan dunia musik Indonesia sedang digemparkan oleh satu kasus: musikus pop rock mahsyur Ahmad Dhani masuk bui. Pentolan band Dewa 19 dan Republik Cinta Management ini dijerat dengan UU ITE karena terbukti menyebarkan ujaran kebencian di cuitannya di situs microblogging Twitter. Kontroversi langsung merebak: banyak yang menyayangkan masuknya Dhani ke hotel prodeo karena menganggap UU … Lanjutkan membaca RUU Permusikan dan Pembungkaman Kreativitas Musisi

In Vernacular Music We Trust

Photo: khanacademy.org

It is a well-known pattern in the cultural-studies field: the dichotomy between established and vernacular culture. Although the former is always remarkably known when we mention culture, the latter somehow has its own importance to the continuity of culture. Specifically in music, the pattern always has similarity to our historical timeline. For instance, for the … Lanjutkan membaca In Vernacular Music We Trust

Menghayati Keberagaman Musik Melalui Sambung Rasa

(Tulisan pengantar untuk konser jazz "Sambung Rasa" A. Ragipta Utama di IFI-LIP Yogyakarta, Jum'at 15 Januari 2016)   Setali tiga uang dengan pembicaraan mengenai keberagaman dalam agama, rupanya juga bercokol dengan kuat sebuah kanker ganas yang menggerogoti pondasi dan bangunan keberagaman dalam musik: fundamentalisme. Paradigma pemujaan terhadap keyakinan diri sendiri ini berbahaya karena menumbuhkan sikap … Lanjutkan membaca Menghayati Keberagaman Musik Melalui Sambung Rasa

Makna (Musik) Mana Yang Kita Bela?

Kita sering mendengar tipikal komentar seperti ini: “aduh kok band atau musisi ini memainkan musiknya di konser nggak mirip sama sekali ya dengan versi di album”, atau “sayang sekali si anu menyanyikan lagunya improve begitu, nadanya nggak sama persis dengan yang di versi rekaman.” Di masa sekarang penikmat musik sering menilai pertunjukan atau konser musik … Lanjutkan membaca Makna (Musik) Mana Yang Kita Bela?

Ruang

Setelah satu semester memprotes, biasanya sang murid kritis akan bosan. Lalu mengamini perkataan Haruki Murakami bahwa “hal terbaik dari sekolah adalah, kita jadi tahu hal terbaik di hidup ini tak bisa didapatkan dari sekolah.” Maka sang murid mulai sering bolos, meninggalkan ruang kelas, lalu bersekongkol dengan kameradnya membuat ruang belajar alternatif di luar ruang kelas.