Meneroka Festival Musik di Indonesia di Tahun 2022

Ramainya festival musik yang diselenggarakan di Indonesia adalah bubble yang baru. Begitu banyaknya festival musik yang diadakan EO amatir ini menjadikan festival musik di Indonesia masuk di tahap awal sebuah bubble ekonomi. Jika dibiarkan, jangan heran jika akan ada titik ketika bubble ini meletus, dan banyak pihak yang akan dirugikan. Mulai dari promotor atau EO yang profesional akan ikut terkena imbasnya, para musisi juga tentu dirugikan.

Jalan Sunyi Band Perempuan di Kancah Musik yang Toksik

Kita tidak boleh membiarkan band perempuan di kancah musik Indonesia berkarya di jalan yang sunyi. Kita harus memberi apresiasi lebih pada mereka, memberikan ruang yang sama dan setara untuk mereka, dan membicarakan mereka sebagai bagian dari diskursus dan diskusi musik Indonesia. Kita harus berani membongkar hyper-masculinity dan budaya patriarki yang telanjur bercokol kokoh di semua lini kehidupan, termasuk di kancah musik.

Dialita Choir and The Struggle to Fight the Nation’s Amnesia

Despite the regime change, Dialita's music may not be able to eradicate the stigma and eliminate the culture impunity. However, was not Dialita's original goal to target the younger generation? So, by listening to Dialita songs, we should be more historically literate and become more aware of our history. As founding president Soekarno once stated: “Never forget history”. We should never forget the 1965 humanitarian tragedy.

19 Tahun Album Superman is Dead, Kuta Rock City

Di mata saya Superman Is Dead akan tetap menjadi sebuah fenomena sosial yang menarik. Tentang bagaimana band asal Bali ini meruntuhkan patron musik mainstream Indonesia yang Jakartasentris, tentang bagaimana sebuah band asal arus samping (sidestream) mampu mengubah tatanan selera musik di ranah arus utama (mainstream), dan tentang sebagaimana digubah SID dalam “Punk Hari Ini”, punk dan segala simbologinya seperti rambut spike dan lambang anarki telah menyaru dalam banyak lini kehidupan kita.