“…We finally found a way, to consume boredom everyday… …We found expression for our hate, Without any kind of consequence Who needs patience anymore, When all our pleasure's virtual…” (Manic Street Preachers – A Billion Balconies Facing The Sun) "You don't get to 500 million friends without making a few enemies." (The Social Network) Beberapa … Lanjutkan membaca Facebook Di Mata Kaum Bawah
Kategori: Tak Berkategori
Kaki
Ada sebuah gambar kaki terpajang pada dinding ruangan 3x4 m bertembok tebal dan bercat warna kuning keemasan itu. Gambar kaki yang disketsakan pembikinnya pada selembar kertas yang lebarnya tidak lebih besar dari nampan pembawa gelas piring untuk menyuguhkan minuman-makanan ke tamu. Gambar ini digores dengan tinta hitam amorf, sehitam bayangan kelam, namun bukan berarti kisah … Lanjutkan membaca Kaki
Cerpen: Lelaki Yang Menatap Matahari
Hanya ada seonggok jagung dikamarnya Ia memandang jagung itu Dan ia melihat dirinya terlunta-lunta[1] Lelaki itu berdiam diri didalam rumah gelapnya. Duduk di kursi nyamannya seraya mengelus bulu Godam anjingnya, dan memandang keluar rumah, menatap matahari nan congkak memanasi bumi. Ia Sedang menghayati kontemplasi tertinggi akan eksistensi diri dan realiti. Apakah hidup harusnya disyukuri atau … Lanjutkan membaca Cerpen: Lelaki Yang Menatap Matahari
All We Make is Entertainment: Musik Indonesia Sebagai Komoditas
Kajian ini akan dimulai dengan sebuah rasa syukur bahwa sekarang ini musik Indonesia akhirnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Musik Indonesia memasyarakat dan beredar secara luas diseluruh penjuru negeri dan dijadikan prioritas hiburan oleh segenap lapisan masyarakat, bisa dibilang ini adalah pertanda kebangkitan kembali musik Indonesia yang sebelumnya sempat mengalami kelesuan dan kalah oleh … Lanjutkan membaca All We Make is Entertainment: Musik Indonesia Sebagai Komoditas
Masyarakat Sakit: Tentang Gayus, Bonek, Tawuran, Crop Circle, Sampai Keriuhan Seks Dalam Hegemoni Media Massa
Subjudul diatas sebenarnya memang lintas tema dan tidak ada korelasinya antara satu pokok permasalahan dengan yang lain, tapi pada dasarnya semua yang jadi subjudul diatas berkaitan dengan satu tema dasar yang disini Saya jadikan judul. Yakni mengenai The Sick Society alias Masyarakat Sakit. Apa itu masyarakat sakit? Masyarakat bisa dikatakan sakit apabila dalam sebuah tatanan masyarakat … Lanjutkan membaca Masyarakat Sakit: Tentang Gayus, Bonek, Tawuran, Crop Circle, Sampai Keriuhan Seks Dalam Hegemoni Media Massa
The Power of Enggak Apa-Apa
Pada satu hari Saya dan teman berkelakar dan berusaha sok tahu menjadi motivator yang lebih keren dari Om Mario bros, eh Teguh. Kami membuat kata-kata motivasi Kami sendiri yang kiranya bisa dijadikan patokan dan petuah hidup yang bijak, walau semua tentu sok tahu karena rupanya Kami agak krisis identitas menganggap diri motivator handal, sesungguhnya Kami … Lanjutkan membaca The Power of Enggak Apa-Apa
Timnas, Euforia Media, Dan Nasionalisme Latah Kita
Baiklah Kita patut berbangga dengan prestasi Tim nasional sepak bola Kita yang secara luar biasa mampu lolos ke final piala AFF tahun ini, luar biasa karena memang sudah sejak lama sepak bola Kita terpuruk dan tiba-tiba Kita dapat hadiah akhir tahun dari Timnas yang berprestasi. Lalu mendadak kesadaran Kita tergugah dan timbul pula rasa nasionalisme … Lanjutkan membaca Timnas, Euforia Media, Dan Nasionalisme Latah Kita
Kuli Bangunan: Proletarian Hero
Saya berpikir menulis tentang kuli bangunan setelah melihat bagaimana pekerja bangunan (atau kuli bangunan bahasa populernya walau agak terkesan kasar tentu) bekerja di kawasan Kampus Saya di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. kuli bangunan terkenal sebagai pekerja kasar dan selalu digolongkan dalam kelas bawah. hal ini mengacu pada tingkat pendidikan Mereka yang notabene rendah, lalu dengan … Lanjutkan membaca Kuli Bangunan: Proletarian Hero
Cerpen: Bunga Filosofi
Suatu hari Kamu berkata padaku “ceritakan Aku tentang Bunga” maka Aku bercerita dengan segala keterbatasan pengetahuanku. Jadi inilah jawabku: bagaimana jika Kamu saja yang jadi Bunga itu? Karena Kamu cocok diperumpamakan sebagai Bunga. Sebab Bunga menarik banyak mahkluk mendekat padanya, kumbang, lebah, dan lainnya untuk menghisap sarinya. Sementara manusia terpikat keindahan Bunga dan ikut mendekat … Lanjutkan membaca Cerpen: Bunga Filosofi
Anak(Nya) Jalanan. Ibu Nya Modernisasi
anak sekecil itu berkelahi dengan waktu demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu dipaksa pecahkan karang, lemas jarimu terkepal. (Iwan Fals – Sore, Tugu Pancoran) Kisah yang hendak Saya sampaikan tentu tidak terjadi di Pancoran, Saya tidak sedang berada disana melainkan berada di Kota Gudeg Yogyakarta. … Lanjutkan membaca Anak(Nya) Jalanan. Ibu Nya Modernisasi






