Ulasan pendek dari beberapa buku yang saya baca hingga pertengahan 2020 ini.
Selamat Jalan The Godfather of Broken Heart
Musik campursari Didi Kempot menegaskan bahwa menjadi nggrantes alias sedih itu adalah lumrah dan manusiawi. Bahwa cowok atau cewek berhak dan boleh bersedih, lalu menangisi kesedihan tersebut.
Membenci K-Pop a la JRX
Ada banyak hal yang bisa membuat Indonesia pintar. Misalnya perpustakaan ataupun sekolah gratis. Akan lebih afdal jika semua itu dibarengi dengan musnahnya pola pikir seksis bahwa laki-laki cantik pantas mendapat cercaan dari orang yang menjual punk.
Apakah Ulasan Musik Masih Penting?
Dengan masih mengulas musik, kita telah melakukan sesuatu yang penting: berbagi ilmu pengetahuan. Iya, musik adalah bentuk ilmu pengetahuan, bukan sekadar sebuah hiburan.
Ballad of a Pandemic
Bagi mereka yang menjalani swakarantina, segala cara akan dilakukan agar diri tetap waras.
Bahkan Orang Korea Pun Bisa Berdangdut
Budaya itu fluid, cair. Ibarat air yang harus luwes mengikuti kelokan jalur sungai, budaya harus luwes mengikuti zaman.
Ihwal Kesehatan Mental di Blantika Musik Nusantara
Kita patut sadar bahwa barangkali ucapan selamat pagi, atau terima kasih, atau pelukan hangat kita pada orang terdekat dapat membantunya keluar dari lingkaran setan gangguan mental.
Mendengarkan Musik
Spotify mengetahui diri kita lebih baik, lebih dari diri kita yang terkadang kesulitan memahami diri kita sendiri.
Miss Americana: Taylor Swift dan Lika-Liku Kehidupannya
Siapa sih yang tidak mengenal Taylor Swift? Meski anda tidak pernah mendengarkan musiknya, setidaknya anda pasti pernah melihat sekali dua kali namanya muncul di linimasa twitter anda. Atau, salah satu atau dua lagunya pasti pernah nyempil di senarai musik Spotify yang anda dengarkan. Walau barangkali lagu itu anda skip, yang jelas ia ada. Eksis di sana.
On Kurt Cobain
Do we need to be insane in order to be a person who have a creative and genius mind?








