Fenomena pemutaran “Indonesia Raya” setiap jam 10 pagi di Yogyakarta menawarkan gambaran menarik tentang bagaimana otoritas lokal dapat menjadi ujung tombak dalam memelihara ideologi negara.
Tag: yogyakarta
Jogja Hip Hop Foundation: Penjaga Keistimewaan (Semu) Yogyakarta
Alih-alih menjadi instrumen pemberontakan dan perlawanan, hip-hop justru digunakan JHF sebagai instrumen yang melanggengkan kekuasaan.
Waspada Kebisingan Kota
Melatih diri memilah suara hanya salah satu cara membentengi diri dari efek negatif kebisingan suara yang disebabkan kemacetan. Strategi besar mengatasi kemacetan di Yogyakarta atau Jakarta tentu tetap harus dirumuskan oleh pakar dan pemangku kebijakan. Karena kemacetan merugikan bagi ekonomi warga, dan suara bising yang ditimbulkannya menurunkan kualitas hidup masyarakat luas.
Mencari Tuhan bersama Kelompok Kampungan
Mendengarkan album monumental ini akan mengajak kita mencari Tuhan bersama Kelompok Kampungan. Perkara kalau nanti sudah ketemu Tuhan mau bagaimana, itu menjadi keputusan pribadi masing-masing orang. Selamat mencari Tuhan bersama Kelompok Kampungan.
Selepas Pendar Nyalang Berbayang
Bayangkan jika tak ada kesepian, manusia akan selalu nyaman dengan dirinya sendiri, dan terdiam di gua nyamannya setiap saat. Kenyamanan itu akan bikin manusia enggan menjalin social bond dengan manusia lain.
What I Want To Write This Year
Music. (Pic: Vector Stock) Disclaimer: This is a 'curhat' writing. After publishing my first book PIAS: Kumpulan Tulisan Seni dan Budaya in 2017, I was keen to write and publish at least two book titles this year. My first book PIAS studied extensively art and culture (music, fine arts, film, literature, etc.). So, the two titles I will write this … Lanjutkan membaca What I Want To Write This Year
Altruisme Dorong Motor
“Enten nopo mas? Telas bensin’e? Pun nggo kulo surung mawon?!!” Hampir jam 10 malam di jalan Wates. Bermaksud hendak pulang cepat ke rumah untuk segera berbaring di kasur, melepas penat dan lelah. Malang tak bisa ditolak. Motor saya mogok. Bensin di tangki masih ada, distarter berkali-kali mesin enggan menyala. Mampus pikir saya waktu itu, karena … Lanjutkan membaca Altruisme Dorong Motor
Menghayati Keberagaman Musik Melalui Sambung Rasa
(Tulisan pengantar untuk konser jazz "Sambung Rasa" A. Ragipta Utama di IFI-LIP Yogyakarta, Jum'at 15 Januari 2016) Setali tiga uang dengan pembicaraan mengenai keberagaman dalam agama, rupanya juga bercokol dengan kuat sebuah kanker ganas yang menggerogoti pondasi dan bangunan keberagaman dalam musik: fundamentalisme. Paradigma pemujaan terhadap keyakinan diri sendiri ini berbahaya karena menumbuhkan sikap … Lanjutkan membaca Menghayati Keberagaman Musik Melalui Sambung Rasa
Mempertanyakan Redefinisi Biennale Jogja
(Versi asli naskah sebelum disunting editor. Versi lebih ramah dan pendek pernah dimuat di Tribun Jogja tanggal 15 November 2015 dengan judul "Biarkan Yang Muda Berkarya") Kritik bertajuk ‘Redefinisi Biennale Jogja’ yang disampaikan oleh seorang professor--yang juga mengaku sebagai salah satu pendiri gerakan Biennale Jogja--membuat saya mengernyitkan dahi. Redefinisi seperti apa yang dimaksud? Beliau menyebut … Lanjutkan membaca Mempertanyakan Redefinisi Biennale Jogja
Surat Untuk Sam: Curahan Hati Seorang Male Chauvinist Yang Terusik Oleh Rangka Tulang
(Tulisan untuk karya Founding Mother yang dibuat oleh komunitas Rangka Tulang. Karya Rangka Tulang sendiri dibuat sebagai respon pada karya Indieguerillas/Ketjilbergerak yang berbentuk Galeri Nginjen (Ganjen) yang diletakkan di dalam dome Art Jog 2015. Pameran di dalam pameran ini dikuratori oleh kurator muda berbakat filsafat Sita Magfira) “…hanya pemenang yang kita yakini” Dear Sam Apa kabarmu … Lanjutkan membaca Surat Untuk Sam: Curahan Hati Seorang Male Chauvinist Yang Terusik Oleh Rangka Tulang









