Surealisme Kampus Sewon

Surealisme sering dipahami sebagai sebuah aliran dalam seni yang memaparkan sesuatu yang di luar kenyataan, seni yang mengeksplorasi alam bawah sadar, sesuatu yang lebih dari yang real. Surealisme adalah instrumen menyampaikan keresahan-keresahan mengenai realitas ke dalam forma yang di luar realitas. Meminjam definisi Dwi Marianto surealisme bisa digunakan untuk menggambarkan kondisi Indonesia yang janggal pasca … Lanjutkan membaca Surealisme Kampus Sewon

Seniman Karbitan

(Dimuat di Indonesia Art News. April 2015) Gadis berusia jelang 20 tahun ini adalah mahasiswi seni grafis, malam itu ia tengah sibuk mencukil hardboard, kemudian mencetaknya ke kertas. Inilah yang dilakukannya setiap malam, mencukil dan mencetak, demi memenuhi syarat tugas dari jurusannya. Setelah menyelesaikan tugasnya ia akan tidur beberapa jam, sampai pagi datang dan ia … Lanjutkan membaca Seniman Karbitan

Panjang Umur Pembangkangan

Saya ingat saat pertama kali ke Kulon Progo beberapa tahun yang lalu, tepatnya ke Karangwuni. Betapa saya kagum dengan semangat pembangkangan (baca: perlawanan) para masyarakat akar rumput kepada penguasa lalim (baca: negara, kerajaan Ngayogyokarto dan korporasi). Mereka adalah para petani yang jengah dan marah pada penguasa yang mencoba merebut hidup sejahtera mereka, menyerobot lahan pertanian … Lanjutkan membaca Panjang Umur Pembangkangan

Ruang

Setelah satu semester memprotes, biasanya sang murid kritis akan bosan. Lalu mengamini perkataan Haruki Murakami bahwa “hal terbaik dari sekolah adalah, kita jadi tahu hal terbaik di hidup ini tak bisa didapatkan dari sekolah.” Maka sang murid mulai sering bolos, meninggalkan ruang kelas, lalu bersekongkol dengan kameradnya membuat ruang belajar alternatif di luar ruang kelas.

Attitude & Signature ‘Istas Promenade’: Formula Album Baru Answer Sheet

( Dimuat di Jakartabeat, 27 April 2013. http://jakartabeat.net/musik/kanal-musik/album/item/1740-attitude-dan-signature-istas-promenade-formula-album-baru-answer-sheet.html#.UY8mOEraHIU ) Pada umumnya kebanyakan orang menganggap nada dalam musik diatonis hanya ada 7, dari do hingga si. Itu nada mayor yang ceria, kemudian nada tersebut menjadi bertambah banyak saat divariasikan menjadi minor yang lebih menggambarkan suasana sedih. Nada dalam musik lantas semakin banyak jika ditingkahi dengan berbagai … Lanjutkan membaca Attitude & Signature ‘Istas Promenade’: Formula Album Baru Answer Sheet

Curhat Seorang Mahasiswa Etnomusikologi Yang Baru Saja Patah Hati

Pertama perlu dipahami bahwa tulisan ini bukanlah makalah dengan basis teori rigid yang berangkat dari berbagai teori muluk-muluk. Tulisan ini murni didasarkan pada subyektifitas saya, seorang mahasiswa Etnomusikologi yang baru saja patah hati, dua kali lagi, yang pertama karena putus hubungan dengan seorang perempuan, yang kedua karena makin sadar telah menjadi korban PHP (pemberi harapan … Lanjutkan membaca Curhat Seorang Mahasiswa Etnomusikologi Yang Baru Saja Patah Hati

Surat Untuk Ikun: Mengenai Nasib Petani Di Negeri Ini

Dear Ikun Apa kabarmu di sana bung? Semoga sehat selalu dan tidak terkena godaan PHP yang terkutuk ya. Sudah begitu lama kita tidak berjumpa. Terakhir kali kita bertemu adalah beberapa tahun lalu saat kau masih mengikuti tes masuk kuliah di STAN. Kampus yang kau bilang aneh karena sekolah bukannya bayar malah dibayarin, lulus langsung bekerja. … Lanjutkan membaca Surat Untuk Ikun: Mengenai Nasib Petani Di Negeri Ini

Konser Intim Tiga Band ‘Suara Tujuh Nada’ di Yogyakarta

( Dimuat di Jakartabeat, 11 maret 2013. http://jakartabeat.net/musik/kanal-musik/konser/item/1707-konser-intim-tiga-band-suara-tujuh-nada-di-yogyakarta.html#.UUS8sBfIYl8 ) Rumah itu terletak di sebuah gang sempit di kawasan Bugisan, Yogyakarta. Di depannya terbentang pemandangan sawah luas. Rumah itu adalah markas dari Teater Garasi, sebuah tempat yang mewadahi kesenian teater, musik dan lain sebagainya. Dan mendadak pada Kamis malam, 7 Maret 2013 lalu rumah di gang sempit pinggiran … Lanjutkan membaca Konser Intim Tiga Band ‘Suara Tujuh Nada’ di Yogyakarta

Seni Tanpa Batas

Siang itu seperti biasa warung rakyat Mas Poer ramai oleh para mahasiswa ISI Yogyakarta yang lapar dan memutuskan makan di sana karena harganya yang aduhai, murah. Saya adalah salah satu mahasiswa lapar itu. Ketika saya tengah menyantap nasi berlauk sayur bayam dan tempe, tiba-tiba telinga saya tergelitik suatu bunyi, kemudian mata memutuskan menatap ke luar, … Lanjutkan membaca Seni Tanpa Batas